Chapter 12: The Holiday Series-Super Friday!
Sunday, December 24th, 2006Hari Jum’at kemarin, saya berjanji akan berdiam rumah seharian dan beristirahat (secara hari sebelumnya saya pulang pagi). Rencana ini hampir berhasil, sampai saya menerima sebuah sms dari bung Hendro yang berbunyi:
“Futsal. Jam 3 di Kenjeran. Dateng ya!”
Dalam hati: “Dateng nggak ya? Hmm, dateng ah, secara waktu di Jakarta nggak pernah dateng”
Akhirnya saya memutuskan datang, walaupun saya agak ragu dengan stamina saya (secara udah lama nggak main bola). Jam 3 saya meluncur menuju kenjeran yang, ampyuunn, jauh beut! Sesampainya di sana saya dan teman saya Ipoel dihadang oleh ibu penjaga tiket masuk yang rese’.
Ibu tiket (IT): 5 ribu!
Ipoel (I): Hah?! Mahal bener! Biasanya juga kalo maen bola nggak bayar!
IT: 5 ribu!!
I: Bener nih bayar?!
IT: 5 ribu!!!
I: Nggak 3 ribu 5 ratus bu?
IT: 5 ribu!!!! Kalo nggak mau, minggat!!!
(dialog di atas sudah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia. Dialog aslinya dilakukan dalam bahasa nasional Botswana yang sungguh sangat tidak enak didengar)
Ajaibnya, setelah saya membayar 5 ribu, dengan muka manyun Ibu itu memberi kembalian sebesar 2 ribu. Ternyata hatinya tak seburuk….ah sudahlah.
Setelah berhasil masuk, kami berdua langsung menuju lapangan futsal yang sudah dipenuhi anak Himasurya. Reaksi pertama yang saya sudah duga akan muncul adalah:
“Hah?! Dateng Tom? Tumben!”
Begitulah. Dan saya tidak peduli apa yang mereka katakan, karena saya datang untuk maen bola. Yeah!
Hasilnya: baru 15 menit, mata sudah berkunang-kunang, nafas ngos2an, keringat bercucuran dan saya mendarat dengan mulusnya di pinggir lapangan!
Kelar futsal, hanya satu kata yang terngiang di kepala: TIDUR. Namun apa daya, setelah mandi dan bersiap tidur, kakak perempuan saya mengajak untuk mencoba salah satu restoran bebek di kawasan Bratang. Tak kuasa menolak, saya pun mengantar dia ke sana (walau dengan badan yang capek).
Kelar makan bebek, sebenarnya capek udah sedikit terobati, namun saya sudah bertekad untuk tidur sampe besok pagi. Tapi, kehendak Yang Kuasa berkata lain. Sebuah telfon dari teman saya Alieph membuyarkan kantuk saya
Alieph (A): Woi! Mau ditraktir Dalu! Gmn? Ikutan?
T: Udah malem fren! Trus gw nggak ada kendaraan!
A: Disamperin! Nyantai aja!
Dan, begitulah, akhirnya hari saya berakhir di resto McDonald di salah satu Plaza di Surabaya. Rencana beristirahat total malah berakhir dengan saya pulang pagi untuk dua hari berturut-turut.
Sebenarnya, penting nggak sih cerita di atas. Siapa yang peduli gitu?! Tapi, bukannya blog diciptakan buat itu. Untuk menampung orang2 yang butuh perhatian seperti saya! Hehe…
Regards
tomsky